Penyakit Thromboembolic

Penyakit Thromboembolic merupakan penyakit berupa penggumpalan darah dan sering terjadi ketika usai melahirkan. Thromboembolic akut dapat membahayakan jiwa ibu yang melahirkan. Gumpalan pada darah dapat menghentikan sirkulasi darah dan berdampak kematian. Adapun jika thromboembolic yang terjad ringan, berupa penggumpalan darah kecil, maka biasanya akan menimbulkan demam.

Selain terjadi ketika melahirkan, penyakit penggumpalan darah ini juga sering timbul saat terjad kehamilan. Ibu dapat merasakan tubuhnya demam, terkadang disertai kram ringan pada betis atau tungkai. Hal tersebut mengindikasikan adanya kurang lancarnya peredaran darah. Tentu saja penyakit ini harus segera diatasi.

Penyakit ThromboembolicPenyakit Thromboembolic terjadi akibat adanya pembekuan darah tidak normal yang terjadi di dalam pembuluh darah. Pembekuan darah tidak normal ini jika terjadi pada aorta dapat menimbulkan stroke dan berujung kematian. Disebabkan oleh adanya gangguan tombosis dan komplikasi yang menyertainya. Diet mengurangi konsumsi makanan yang mengandung Vitamin K atau konsumsi obat antagonis vitamin K dapat membantu mengurangi pembekuan darah ini. Pemberian heparin juga dapat membantu untuk mencegah timbulnya pembekuan darah yang tidak dikehendaki ini. Jika heparin tidak mudah diberikan karena biasanya disutikkan, maka warfarin yang diberikan secara oral juga dapat membantu mengatasi masalah ini.

Di negara amerika, penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada wanita hamil dan melahirkan. Faktor genetis juga menjadi penyebab dari penyakit darah ini.

Telah disebutkan di atas bahwa vitamin K yang berperan kuat pada sistem pembekuan darah ini. Vitamin K merupakan katalisator bagi terbentuknya pembekuan darah. Sebenarnya pembekuan darah merupakan mekanisme alamiah untuk menghentikan terjadinya perdarahan. Namun pembekuan darah ini secara normal terjadi apabila ada pelukaan, yang terjadi di luar pembuluh darah. Apabila pembekuan darah terjadi di dalam sistem pembuluh, maka menjad berbahaya. Anti vitamin K atau antagonis vitamin K sebagaimana telah disebutkan sebelumnya saat ini menjadi obat yang paling diburu karena tidak terlalu mengandung resiko. Meskipun demikian, penggunaan obat anti pembekuan darah pada kasus penyakit Thromboembolic ini harus terus dikontrol pemakaiannya karena dikhawatirkan akan meningkatkan resiko terjadinya perdarahan.